(Foto : shuttersock)
Belum berakhirnya pandemi Covid-19, masih harus perlu kewaspadaan semua lapisan masyarakat. Mulai berkurangnya pasien yang positif bukan berarti negara kita sudah sembuh total. Oleh karena itu kampanye pemutusan virus corona masih terus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Salah satunya adalah social distancing atau menjaga jarak.
Apa saja sebenarnya yang kita lakukan dengan social distancing ini? Apakah 24 jam kita dirumah saja?
Inilah yang perlu kita ubah persepsi social distancing. Penerapan social distancing memang memerlukan edukasi bagi kita bersama. Banyak keluhan dari masyarakat terutama para siswa, bahwa social distancing itu melelahkan, capek hanya rebahan dirumah. Inilah yang harus kita ubah persepsi tentang jaga jarak dengan orang lain.
Masih banyak hal atau kegiatan yang dapat kita lakukan saat social distancing. Kita tidak harus 24 jam berada di dalam rumah. Kita masih butuh udara segar, cahaya matahari dan pemandadangan sekitar kita. Social distancing yang dapat kita lakukan adalah menghindari kerumunan atau jaga jarak dengan orang lain dengan tidak bersentuhan secara fisik dengan orang lain. Seperti bersalaman, tos bagi anak2-amak muda saat bertmu rekannya untuk nongkrong di angkringan atau kafe.
Selama social distancing kita masih bisa berolah raga di out door. Bersepeda atau jogging bisa menjadi alternatif olahraga. Hindari olah raga yang membutuhkan kerjasama banyak orang seperti sepak bola, futsal atau volly.
Bagi ibu rumah tangga juga masih bisa berbelanja. Tapi dengan tetap menjaga diri yaitu dengan memakai masker dan hindari mengobrol yang tidak perlu.
Siapa saja selama menjalani social distancing perlu memahami, jadi ketika bertemu teman tidak bersalaman, kita juga harus memaklumi agar kita juga bisa menjaga diri dan orang lain dari penyebaran Covid-19 ini.
Dengan kita mematuhi himbauan pemerintah dengan melakukan social distancing kita juga masih bisa berinteraksi dengan orang lain melalui media social. Bahkan lebih mengasyikkan bagi saya ( kecanduan gadget, red). Banyak hal positif yang bisa kita renungkan saat kita melakukan social distancing ataupun physical distancing.
So, tetap #DiRumahAja dengan lebih banyak menata hati dan pikiran agar tetap tenang menghadapi bencana wabah Covid-19 ini.



0 Comments